Senin, 26 November 2012

Inefesiensi




efisiensi itu sendiri bisa diartikan pemaksimalan serta pemanfaatan seluruh sumber daya dalam proses produksi barang dan jasa. Efisien menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia yang disusun W.J.S. Poerwadarminta memiliki arti cermat, tidak membuang-buang energi dan waktu, paling sesuai dan tepat untuk suatu tujuan. Penekanannya ada pada tidak membuang-buang energi dan waktu serta tepat tujuan. Sementara inefisiensi sendiri memiliki arti sebaliknya. Aktifitas yang terjadi justru hal-hal yang berkonotasi pemborosan dan tidak tepat sasaran.

Ada 7 jenis pemborosan yaitu :

·         Pergerakan

Pergerakan yang dimaksud di sini adalah pergerakan atau perpindahan karyawan di tempat kerja yang terlalu sering dan cenderung berlebihan. Contohnya adalah perpindahan karyawan untuk menata barang di gudang (manufaktur), berjalan ke/dari mesin fotokopi (perkantoran), dan perpindahan karyawan untuk mencari informasi (software development).

·         Menunggu

Yang dimaksud menunggu di sini adalah ketika seseorang atau sesuatu menunggu dengan diam dan tidak mengerjakan aktivitas apapun. Menunggu merupakan salah satu bentuk pemborosan yang sangat kentara dan banyak terjadi di organisasi apapun. Contoh pemborosan jenis ini antara lain produksi berhenti karena mesin rusak (manufaktur), proses berhenti karena menunggu persetujuan dari atasan (perkantoran), dan pembangunan software belum bisa dimulai karena masih menunggu customer menyusun kebutuhan software-nya (software requirement) terlebih dahulu (software development).

·         Transportasi

Transportasi yang dimaksud adalah setiap perpindahan pekerjaan atau kertas form dari satu step ke step berikutnya pada suatu proses. Contohnya adalah pemindahan material ke atau keluar gudang (manufaktur), perpindahan dokumen dari satu tempat ke tempat lain, atau dari satu kantor ke kantor lain (perkantoran), serta serah terima dan instalasi hasil pengerjaan (software development).

·         Proses Ekstra

Proses ekstra maksudnya adalah melakukan sesuatu yang sebenarnya sudah tidak perlu dilakukan lagi. Contoh pemborosan jenis ini antara lain proses produksi yang tidak efisien karena alat yang sudah tidak memadai (manufaktur), entry data yang sebenarnya telah tersedia sebelumnya atau tersedia di divisi lain (perkantoran), kode program selalu dibuat dari awal untuk setiap project karena tidak memiliki source code library ataupun framework (software development).

·         Inventaris (Inventory)

Pemborosan pada inventaris adalah dikarenakan persediaan yang terlalu berlebihan, yang sering tejadi karena produksi yang tidak sesuai dengan permintaan dari customer. Contohnya dapat berupa menumpuknya bahan baku di gudang (manufaktur), persediaan peralatan kantor yang terlalu banyak (perkantoran), dan banyaknya dokumen requirement dalam bentuk kertas (software development).

·         Rusak atau Cacat

Rusak atau cacat yang dimaksud disini adalah segala bentuk kesalahan, error, atau koreksi akibat dari pekerjaan atau aktivitas yang tidak dilakukan dengan baik sebelumnya. Rusak atau cacat merupakan bentuk inefisiensi yang paling banyak ditemukan di semua organisasi. Bentuk-bentuk dari pemborosan ini antara lain barang hasil produksi yang cacat (manufaktur), input data yang salah ataupun adanya kesalahan pencetakan dokumen (perkantoran), dan bug yang tidak ditemukan ketika fase testing (software development).
Jeffery Liker, seorang profesor dari Universitas Michigan menambahkan satu lagi pemborosan yang sering terjadi di suatu organisasi, yaitu tidak dimanfaatkannya potensi dan kemampuan karyawan. Sering kali kreativitas, ide, maupun skill karyawan tidak dapat sepenuhnya dikeluarkan untuk kepentingan organisasi. Hal ini dapat disebabkan kesalahan penempatan posisi karyawan atau karena tanggung jawab dan kewenangan yang terlalu dibatasi dalam organisasi tersebut.
Setiap waktu organisasi selalu berusaha untuk mencari cara bagaimana meningkatkan pendapatan dan menurunkan biaya-biaya. Pemborosan atau inefisiensi yang terjadi pada proses bisnis sehari-hari di organisasinya tentunya sangatlah kontra-produktif dengan semangat tersebut. Karena itu setiap organisasi yang ingin maju haruslah mampu mengidentifikasi pemborosan-pemborosan apa saja yang masih terdapat dalam dirinya, untuk kemudian berusaha semaksimal mungkin untuk mengeliminasinya. Selain dapat meningkatkan pendapatan dan menurunkan biaya, manfaat lain jika pemborosan-pemborosan tersebut dapat dikurangi atau dihilangkan antara lain mampu meningkatkan kualitas produk dan layanan yang dihasilkan, mengurangi tingkat frustrasi pekerja, hingga dapat meningkatkan kepuasan pelanggan.

sumber : http://www.mejakerja.com/24/7-inefisiensi-pada-proses-bisnis/

Green Economy



Mengenal pengertian ekonomi hijau atau green economy sebenarnya tidak sulit, demikian paling tidak menurut salah satu teman saya. Menurut dia apa yang disebut dengan ekonomi hijau adalah perekonomian yang tidak merugikan lingkungan hidup.
Program Lingkungan PBB (UNEP; United Nations Environment Programme) dalam laporannya berjudul Towards Green Economy menyebutkan, ekonomi hijau adalah ekonomi yang mampu meningkatkan kesejahteraan dan keadilan sosial. Ekonomi hijau ingin menghilangkan dampak negatif pertumbuhan ekonomi terhadap lingkungan dan kelangkaan sumber daya alam.
Dari definisi yang diberikan UNEP, pengertian ekonomi hijau dalam kalimat sederhana dapat diartikan sebagai perekonomian yang rendah karbon (tidak menghasilkan emisi dan polusi lingkungan), hemat sumber daya alam dan berkeadilan sosial.
Kemudian apa bedanya ekonomi hijau (green economy) dengan pembangunan berkelanjutan (sustainable development)?. Konsep ekonomi hijau melengkapi konsep pembangunan berkelanjutan. Sebagaimana diketahui prinsip utama dari pembangunan berkelanjutan adalah “memenuhi kebutuhan sekarang tanpa mengorbankan pemenuhan kebutuhan generasi masa depan”. Sehingga dapat dikatakan bahwa ekonomi hijau merupakan motor utama pembangunan berkelanjutan.

Saat ini green economy atau ekonomi hijau menjadi sesuatu yang sangat penting dalam menanggulangi dampak perubahan iklim yang terjadi, sebab makin nyata bahwa kita perlu pemikiran ekonomi yang beda dari pemikiran ekonomi biasa ataupun aliran-aliran yang tidak jelas. Sekarang sudah jelas bahwa dunia menuju pada kebutuhan akan penyelamatan baik dari segi kesadaran lingkungan terhadap perubahan iklim maupun pengertian ekonomi yang menunjang pertumbuhan ekonomi.

Green economy seperti tersirat dari namanya, ekonomi yang hijau. Artinya ada warna lain yang kemudian dijadikan perbandingan. Ekonomi hijau kurang lebih adalah jawaban dari ekonomi coklat. Jadi dulu ekonominya adalah ekonomi coklat yang memproduksi banyak karbon, penggunaan energinya juga tidak efisien, tetapi secara sosial tidak cukup inklusif yaitu tidak melibatkan orang banyak dalam proses pengambilan keputusan, karena ekonomi pada prinsipnya adalah proses pengambilan keputusan. Ekonomi hijau berusaha mendorong sebuah perekonomian yang relatif rendah karbon, energinya lebih efisien, dan secara sosial lebih melibatkan banyak orang.
Dari sini terlihat pentingnya perubahan paradigma dan perilaku untuk selalu mengambil setiap kesempatan dalam mencari informasi, belajar dan melakukan tindakan demi melindungi dan mengelola lingkungan hidup. Dengan kualitas lingkungan hidup yang lebih baik akan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Pola hidup masyarakat modern telah membuat pembangunan sangat eksploitatif terhadap sumber daya alam dan mengancam kehidupan. Pembangunan yang bertumpu pada pertumbuhan produksi terbukti membuahkan perbaikan ekonomi, tetapi gagal di bidang sosial dan lingkungan. Sebut saja, meningkatnya emisi gas rumah kaca, berkurangnya areal hutan serta musnahnya berbagai spesies dan keanekaragaman hayati. Di samping itu adalah ketimpangan rata-rata pendapatan penduduk negara kaya dengan negara miskin.
Konsep ekonomi hijau diharapkan menjadi jalan keluar. Menjadi jembatan antara pertumbuhan pembangunan, keadilan sosial serta ramah lingkungan dan hemat sumber daya alam. Tentunya konsep ekonomi hijau baru akan membuahkan hasil jika kita mau mengubah perilaku.
Referensi:
  • www.unep.org/wed/greeneconomy
  • Sambutan Menteri Lingkungan Hidup Kepada Pemimpin Daerah Dalam Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2012

Apa itu IFRS



IFRS merupakan standar akuntansi internasional yang diterbitkan oleh International Accounting Standard Board(IASB). Standar Akuntansi Internasional (International AccountingStandards/IAS) disusun oleh empat organisasi utama dunia yaitu Badan Standar Akuntansi Internasional (IASB), Komisi Masyarakat Eropa(EC), Organisasi Internasional Pasar Modal(IOSOC), dan Federasi AkuntansiInternasioanal (IFAC).Badan Standar Akuntansi Internasional (IASB)yang dahulu bernama Komisi Standar Akuntansi Internasional (AISC), merupakan lembaga independen untuk menyusun standar akuntansi. Organisasi ini memiliki tujuan mengembangkan dan mendorong penggunaan standar akuntansi global yang berkualitas tinggi, dapat dipahami dan dapat diperbandingkan (Choi et al., 1999 dalamIntan Immanuela, puslit2.petra.ac.id)
 
Natawidnyana(2008), menyatakan bahwaSebagian besar standar yang menjadi bagiandari IFRS sebelumnya merupakan International Accounting Standards (IAS). IAS diterbitkan antara tahun 1973 sampai dengan2001 oleh International Accounting Standards Committee (IASC). Pada bulan April 2001,IASB mengadospsi seluruh IAS dan melanjutkan pengembangan standar yang dilakukan.

Tujuan IFRS adalah :memastikan bahwa laporan keungan interim perusahaan untuk periode-periode yang dimaksukan dalam laporan keuangan tahunan, mengandung informasi berkualitas tinggi yang :
1. transparansi bagi para pengguna dan dapat dibandingkan sepanjang peiode yang disajikan
2. menyediakan titik awal yang memadai untuk akuntansi yang berdasarkan pada IFRS
3. dapat dihasilkan dengan biaya yang tidak melebihi manfaat untuk para pengguna
Manfaat dari adanya suatu standard global:
1. Pasar modal menjadi global dan modal investasi dapat bergerak di seluruh dunia tanpa hambatan berarti. Stadart pelaporan keuangan berkualitas tinggi yang digunakan secara konsisten di seluruh dunia akan memperbaiki efisiensi alokasi lokal
2. investor dapat membuat keputusan yang lebih baik
3. perusahaan-perusahaan dapat memperbaiki proses pengambilan keputusan mengenai merger dan akuisisi
4. gagasan terbaik yang timbul dari aktivitas pembuatan standard dapat disebarkan dalam mengembangkan standard global yang berkualitas tertinggi.
Penerapan IFRS
Semua persiapan ke arah sana harus diselesaikan karena ini akan dimulai pada 1 Januari 2012. Coba dilihat dampak pada biayanya karena pengalihan standar akan menyebabkan timbulnya ongkos tambahan,” ungkap Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di Jakarta, Rabu (5/5), saat menjadi pembicara kunci dalam seminar ”IFRS, Penerapan dan Aspek Perpajakannya”.
Menurut Sri Mulyani, konvergensi akuntansi Indonesia ke IFRS perlu didukung agar Indonesia mendapatkan pengakuan maksimal dari komunitas internasional yang sudah lama menganut standar ini.

”Kalau standar itu dibutuhkan dan akan meningkatkan posisi Indonesia sebagai negara yang bisa dipercaya di dunia dengan tata kelola dan pertanggungjawaban kepada rakyat dengan lebih baik dan konsisten, tentu itu perlu dilakukan,” ujarnya.
Selain IFRS, kutub standar akuntansi yang berlaku di dunia saat ini adalah United States General Accepted Accounting Principles (US GAAP).

Negara-negara yang tergabung di Uni Eropa, termasuk Inggris, menggunakan International Accounting Standard (IAS) dan International Accounting Standard Board (IASB).

Setelah berkiblat ke Belanda, belakangan Indonesia menggunakan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) yang disusun oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI). Mula-mula PSAK IAI berkiblat ke Amerika Serikat dan nanti mulai tahun 2012 beralih ke IFRS.

Manfaat Penerapan IFRS
Ø meningkatkan kualitas standar akuntansi keuangan (SAK).
Ø mengurangi biaya SAK.
Ø meningkatkan kredibilitas dan kegunaan laporan keuangan.
Ø meningkatkan komparabilitas pelaporan keuangan.
Ø meningkatkan transparansi keuangan.
Ø menurunkan biaya modal dengan membuka peluang penghimpunan dana melalui pasar modal.
Ø meningkatkan efisiensi penyusunan laporan keuangan.

Sabtu, 27 Oktober 2012

Perlunya Kejujuran Auditor dalam Penggelapan Pajak


Berbicara penggelapan di Indonesia maupun di dunia pasti tidak akan ada habisnya, karena begitu banyak penggelapan yang terjadi dan itupun di berbagai segala jenis bidang. Salah satunya penggelapan pajak di Indonesia saja yang bisa kita ambil sebagai contoh, mulai dari pejabatnya dan sampai pegawai-pegawai yang bekerja dibidang pajak banyak yang membuktikan mereka ikut terlibat dalam penggelapan pajak ini dan dianggap bersalah dimata hukum. Banyak yang dirugikan, mulai dari masyarakat dan pihak-pihak lainnya.

Kata-kata jujur mungkin sepele untuk sebagian orang tetapi dengan prilaku kita menanamkan dan menerapkannya ke dalam kehidupan sehari-hari, jujur akan menyelamatkan kita dan akan membwa kita menjadi orang yang sukses. Dan sikap jujur inilah yang seharusnya dimiliki oleh seorang Auditor. Auditor merupakan seseorang yang dapat memberikan masukan/rekomendasi dari hasil auditnya untuk efisiensi dan efektifitas operasional perusahaan sehingga memperbaiki profit dengan meningkatkan pendapatan serta mengurangi fraud/kesalahan yang menyebabkan kerugian/loss dengan memperbaiki kontrol operasional. Namun, untuk saat ini sepertinya sulit sekali menemukan seorang auditor dengan kinerja tersebut. Sekarang ini, banyak sekali kasus penggelapan yang melibatkan seorang audit, salah satunya dibidang pajak.
Sekarang para auditor tidak ragu lagi untuk bekerja sama untuk mencari untung bagi diri sendiri. Seperti halnya saja dapat dicontohkan seperti sebuah perusahaan yang ingin memaksimalkan keuntungan yang besar namun seiring keuntungan yang besar pajaknya pun akan menjadi besar karena pajak diperoleh dari penghasilan netto fiscal perusahaan. Akhirnya banyak sekali WP (wajib pajak) yang mengurangi beban pajak dengan cara yang legal atau sah menurut hukum dengan kata lainnya tax avoidance. Banyak juga wajib pajak yang melakukan pengurangan beban pajak melalui cara yang illegal atau tidak sah kata lainnya adalah tax evasion. Banyak sekali kasus pejabat di negeri kita ini yang terjerat kasus penggelapan pajak semua dapat dicegah melalui diri sendiri bagaimana attitude kita untuk menjaga sebuah amanah dan menjalankan tugas dengan kejujuran yang lebih utama serta tanggung jawab. Mulai lah untuk berbuat jujur, karna materi bukan lah segalanya. Kejujuran adalah hal yang paling prioritas dalam kehidupan kita. Jangan membuat kejujuran hilang didalam diri kita. Jadilah orang jujur di lingkungan keluarga, teman, dan pekerjaan J

KPK



Mungkin kita sebagai warga Indonesia heran melihat tingkah laku penegak hukum yang sekarang malah membuat kita semakin resah. KPK vs Polri, merupakan salah contohnya. Keduanya merukan penegak hukum yg seharusnya kita banggakan, tetapi malah mengalami perseteruan diantara mereka. Perseteruan antara dua institut ini sangat santer di dengar dan banyak mendapat perhatian dari berbagai pihak.

KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) yang makin populer di mata masyarakat telah melejit mendahului Polisi dan Jaksa, karena baru di era KPK lah perkara korupsi bisa diproses secara hukum dengan cepat, lugas dan tangkas sampai pada akhirnya memasukkan para koruptor itu ke bui. Sementara, di era sebelum KPK, perkara korupsi banyak berakhir di keranjang sampah. Maka, apakah salah bila masyarakat memberi apresiasi yang demikian tinggi kepada KPK. Akibatnya, ketika pajabat KPK ada yang diproses secara hukum oleh Polisi, maka masyarakat menunjukkan reaksi perlawanan terhadap para pengganggu KPK.

Banyak pihak-pihak yang gerah melihat tingkah laku KPK, contohnya saja para anggota DPR. Mereka merasa diusik karna adanya KPK ini, karena kasus korupsi pun banyak terjadi di kalangan anggota DPR tersebut. Salut untuk KPK, karena sedikit banyaknya telah berhasil mengungkap masalah korupsi yang ada di Indonesia. Ya kita sebagai warga Indonesia meminta polri agar dapat lebih bisa memandang yang mana yang baik dan tidak. Jangan karena merasa diusik jadi merasa ingin menghancurkan pihak tersebut. Sebagai penegak hukum berikanlah yang terbaik untuk masyarakat, dan bukan makin membuat onar saja.

Akibat Mobil Murah


Kemacetan kini sudah tidak jadi hal yang tabu lagi bagi kita, apalagi khususnya bagi warga ibu kota Jakarta itu sendiri. Berjuta – juta kendaraan mondar – mandir melewati jalan raya dan tidak ada hentinya. Pengap dan sumpek itulah yang kita rasakan saat ini.

Bagaimana tidak terjadi macet, misalnya saja satu keluarga mempunyai tiga anak dan tidak jarang ketiganya tersebut menggunakan mobil yang berbeda pula. Salah satu faktornya lagi sehingga terjadinya macet adalah serangan mobil murah. Begitu banyak banyak mobil – mobil dengan berbagai merek, dan berbagai harga yang dijual dengan harga murah, contohnya dengan modal Rp 80.000.000 saja mobil sudah bisa parkir dirumah anda. Bukan halnya seperti dulu yang kita beranggapan bahwa mobil hanyalah bisa didapatkan oleh kalangan atas saja, tetapi kalangan menengah pun sudah bisa memilikinya.

Seharusnya sebelum kita ingin membeli mobil murah kita harus mempertimbangkan hal – hal apa saja yang akan terjadi. Mobil murah bukan berarti dapat menjamin kualitas mobil itu sendiri, dan kita juga harus memperhatikan lingkungan sekitar. Memperbanyak kendaraan, berarti memperbanyak polusi juga. Jagalah lingkungan agar kelak penerus kita dapat hidup dengan aman dan tidak terjadi polusi yang berlebihan.   

Tawuran? Masih jamankah….


Tawuran masih saja terus terjadi dilingkungan masyarakat. Tawuran merupakan salah satu kegiatan perkelahian yang dilakukan para remaja. Sekarang bukan hanya antar pelajar SMU yang adu kekuatan, antar kampus pun mulai ikutan. Mungkin banyak yang membuat pelajar-pelajar atau mahasiswa yang belum mengerti arti tawuran dan dampak negative yang akan mereka timbulkan dari tawuran tersebut.

 Banyak sekali ketika terjadi tawuran mengalami berbagi kerugian. Mulai dari kerugian fisik, yaaaa ketika terjadi bentrokan mungkin saja bisa terkena lemparan atau pukulan yang merugikan, bukannya untung yang didapat malahan buntung, dan tidak jarang dapat merengut salah satu nyawa yang ikutan. Kedua kerugian materi, terkadang ketika terjadi tawuran banyak orang yang tidak memperdulikan orang sekitar dan lingkungan, mereka rela merusak apa saja yang ada di dekat lokasi penyerbuan, ironisnya lagi ketika mereka tidak memperdulikan orang yang mereka rugikan tersebut.

Binggung binggung dan binggung… Mengapa di jaman yang modern seperti ini mereka masih mengandalkan pemikiran dangkal mereka. Bukan hanya dengan menggunakan kekuatan fisik sekolah tersebut atau kampus tersebut dapat dikatakan hebat atau mempunyai kekuasaan, banyak yang bisa kita lakukan untuk membuktikan keunggulan dari sekolah atau kampus masing-masing, dengan prestasi-prestasi yang didapat, itu saja sudah dapat membuktikan bahwa sekolah atau kampus itu hebat dan berbakat.

Tawuran juga bisa di hindari atau di atasi dengan berbagai cara, yaitu :
·     Dengan adanya keluarga. Keluarga merupakan salah satu faktor yang paling kuat untuk bisa membuat anak merasa nyaman, dan tidak menyelesaikan sesuatu masalah hanya dengan kekuatan mereka.
·        Sekolah itu sendiri. Sekolah harus bisa merangkul murid-murid agar tidak terjadi perselisihan antar sekolah tersebut. Bila perlu sekolah bisa memberikan penjelasan betapa berbahayanya perkelahian seperti tawuran jika dilakukan.
·   Lingkungan yang bersolidaritas. Faktor lingkungan juga dibutuhkan dalam hal ini. Dengan adanya bersosialisasi dengan lingkungan, kemungkinan besar untuk terjadi tawuran atau perkelahian akan sangat tidak mungkin dilakukan, karena begitu pentingkan solidaritas dan tidak menyakiti sesama umat manusia J .