Kamis, 21 Maret 2013

TENSES




·         Simple Present Tense
Tenses ini digunakan untuk menyatakan sesuatu yang bersifat tetap, kebiasaan atau kebenaran yang hakiki. Karena sering menyangkut kejadian diwaktu lamapu, sekarang dan akan datang, Tenses ini paling sedikit mempunyai keterangan waktu tertentu.
Fungsi :
1.      Dilakukan untuk melakukan perbuatan kebiasaan
2.      Digunakan untuk menyatakan suatu kebenaran umum

Rumus:
 Positif (+) : S+V1(es/s)+O
Ex : They go to Jakarta every years

 Negatif (-) : S+Do/does+Not+V1+O
Ex : They don’t go to Jakarta every years

Introgatif (?) : Do/does+S+V1+O
Ex : Do they go to Jakarta every years


·         Present Continous Tense
Tenses ini digunakan untuk menyatakan suatu tindakan yang benar-benar sedang dilakukan saat ini. Kalimat-kalimat dalam Tenses ini lebih sering dipakai dari pada present Tenses.
fungsi :
1.      Digunakan untuk menyatakan perbuatan yang sedang terjadi
2.      Digunakan untuk menyatakan suatu perbuatan yang bersifat sementara

Rumus:
Positif (+) : S+V.ing+O
Ex : I am going to school now

Negatif (-) : S+do/does+not+V1+O
Ex : I am not going to school now

Introgatif (?) : Do/does +S+V1+O
Ex : Am I going to school now?


·         Simple Past Tense
Digunakan untuk menyatakan suatu kejadian yang dimulai dan kejadian ituberakhir , pada masa yang lampau. Dan sampai sekarang ini , sudah tidak ada hubungannya lagi. Kejadian yang lampau itu, baik dilakukan secara berkali-kali atau sekali.

Rumus:
Positif (+) : S+V2+O
Ex : wrote letter to her last week

Negatif (-) : S+Did not+V2+O
Ex : I wrote not letter her last week

Introgatif (?): Did+S+V2+O
Ex : Wrotw I letter her last week?


·         Past Continous Tense
Fungsi :
1.      Digunakan untuk menyatakan dua kejadian yang sedang berlangsungdalam waktu yang bersamaan di masa yang lampau.
2.      Digunakan untuk menyatakan suatu perbuatan yang sedang berlangsung pada masa yang lampau.
3.      Bentuk ini, juga digunakan untuk menyatakan dua kejadian yang bersamaan waktu dan berlangsung lama pada masa yang lampau.

Rumus:
Positif (+) : S+was/were+vVing+O
Ex : He was playing football yesterday

Negatif (-) : S+was/were+not+v.ing+o
Ex : He was not playing football yesterday

introgatif (?) : was/were+S+v.ing+o
Ex : was he playing football yesterday?


·         Simple Future Tense
Fungsi :
1.      digunakan untuk menyatakan suatu perbuatan yang akan dilakukan.
2.      Juga bisa digunakan untuk menyatakan syatu janji.
3.       Digunakan untuk menyatakan suatu janji,tapi dengan syarat:
4.      Digunakan untuk menyantks\an meminta tolong kepada seseorang.


Rumus:
Positif (+) : S+shall+/will+V1+O
Ex : I shall go to Medan tomorrow

Negatif(-) : S+shall/will+not+V1+O
Ex : I shall not go to Medan tomorrow

Introgatif (?) : Shall/will+S+V1+O
Ex : Shall I go to Medan tomorrow?


·         Past Future Tense
Fungsi :
Digunakan untuk menyatakan suatu perbuatan yang akan dilakukan pada masa lampau.

Rumus:
Positif (+) : S+should/would+V1+O
Ex : You would give me this pen last Saturday

Negatif (-) : S+should/would+not+V1+O
Ex : You would not give me this pen last Saturday

Introgatif (?) : Should/would+S+V1+O
Ex : Would you give me this pen last Saturday?


·         Present Perfect Tense
Fungsi :
1.      Digunakan untuk menyatakan suatu kejadian di masa yang lampau tanpa menyebutkan waktu yang khusus (tertentu).
2.       Digunakan untuk menyatakan suatu perbuatan di masa lampau dan kegiatan masih berlangsung sampai saat ini.
3.      Digunakan untuk menyatakan suatu perbuatan yang baru saja telah terjadi.


Rumus:
Posituf (+) : S+have/has+V3+O
Ex : We have learned English for two years

Negatif (-) : S+have/has+not+V3+O
Ex : We have not learned English for two years

 Introgatif (?) : Have/has+S+V3+O          
Ex : We have not learned English for two years


·         Past Perfect Tense
Fungsi :
1.      Digunakan untuk menyatakan kejadian yang selesai sebelum kejadian lain terjadi dimasa lampau.
2.      Digunakan untuk menyatakan suatu perbuatan yang terjadi sebelum waktu tertentu dimasa yang lampau

Rumus:
 Positif (+) : S+had+V3+O
Ex : I had written this lesson before he called me

Negatif (-) : S+had not+V3+O
Ex : I had not written a lesson before he called me

Intrigattif (?) : Had+S+V3+O
Ex : Had I written a lesson before he called me?


Referensi :

Name  : Susi Lona Agustina
NPM  : 26210757
Class  :  3EB10

Rabu, 13 Februari 2013

Akibat dan Penanganan Banjir


            Mungkin kita sudah sering mendengar tentang banjir di berita-berita. Tapi banjir di ibukota Jakarta pada awal tahun ini sangat meyita perhatian kita. Ini merupakan banjir terbesar setelah banjir yang terjadi 5 tahun yang lalu. Penyebab terjadinya banjir ini adalah kurangnya kesadaran masyarakat akan lingkungan. Salah satunya sampah, begitu banyak masyarakat yang tidak menghiraukan sampah, mereka lebih memilih membuang sampah sembarangan dibandingkan pada tempatnya, padahal dari kesalahan sekecil itulah maka dapat timbul musibah yang besar seperti itu. Banyaknya sampah diselokan atau ditempat lain, ketika musim hujan turun membuat selokan pun menguap dan tidak bisanya air mengalir. Begitu juga dengan gedung-gedung besar yang dibangun di daerah Jakarta, kurangnya kesadaran untuk membuat penyerapan air sehingga membuat air tidak dapat menyerap maka terjadilah banjir.
            Masyarakat sangat berharap Pemprov DKI Jakarta dengan dukungan pemerintah pusat segra merumuskan dengan serius dan focus untuk menyelesaikan pemasalahan banjir di ibukota dengan target waktu yang jelas, dan keterbebanan bukan hanya ada pada mereka yang memimpin daerah itu, tetapi beban seluruh masyarakat. Lebih memperhatikan pembuangan sampah dan penyerapan air disetiap gedung-gedung itu sudah merupakan salah satu cara kita untuk mencegah terjadi nya banjir untuk kesekian kalinya.

Layakkah RSBI di Indonesia?

            RSBI merupakan singkatan dari Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional, ini merupakan jenjang pendidikan yang dikembangkan menjadi satuan pendidikan yang bertaraf Internasional. Di Indonesia, sekitar 1.397 sekolah menyandang predikat RSBI, yang terdiri dari 293 sekolah pada tingkat Sekolah Dasar (SD), 351 sekolah pada tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP), 363 sekolah pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) dan 390 sekolah pada tingkat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).
            Dan pada tanggal 8 Januari 2013 RSBI dihapus melalui keputusan Mahkamah Konstitusi (MK). Penghapusan program RSBI ini dimulai ketika tujuh warga Jakarta yang mengajukan judicial review Pasal 50 ayat 3 UU 20 tahun 2003 ke Mahkamah Konstitusi. Pengajuan inipun diterima oleh Mahkamah Konstitusi. Penghapusan program RSBI diikuti dengan penghapusan Pasal 50 ayat 3 UU 20 tahun 2003 yang menjadi landasan hukum RSBI.
            Program-program yang ditawarkan di sekolah berpredikat RSBI sangat baik. Seperti yang kita tau, pengajar dan fasilitas yang ditawarkan RSBI sangat berkualitas. Tetapi lebih baik lagi apabila program-program yang diterapkan RSBI bisa diterapkan pula di sekolah regular lainnya agar pendidikan di Indonesia lebih maju lagi dan bisa dipandang negara lain. Seperti yang kita tau, pengajar dan fasilitas yang ditawarkan RSBI sangat berkualitas. Karna dilihat juga dari biaya yang dikeluarkan RSBI hanya bisa dijangkau oleh kalangan atas dan tidak untuk kalangan bawah, disini juga terlhat pebedaan itu.

Masalah pada Mobil Listrik


            Banyak teknologi-teknologi yang sekarang sedang marak di Indonesia. Salah satunya adalah mobil listrik yang menyita perhatian masyarakat dan membuat berbagai pandangan yang timbul untuk hal baru ini. Mulai dari pandangan yang positif dan mungkin ada yang negative. Disini mungkin bisa mengaji sedikit mengenai mobil listrik yang baru ini. Disini juga akan menggambarkan penggunaan baterai pada mobil listrik dengan perbandingan biayanya. Misalnya saja antara baterai timbal-asam dengan baterai NiMH. Biaya dari baterai NiMH saat ini adalah 10 sampai 15 kali lebih besar daripada baterai timbale-asam. Dengan kata lain, sebuah baterai NiMH akan menelan biaya $ 20.000 sampai $ 30.000 (hari ini) bukan $ 2.000..
   
            Hampir setiap mobil listrik memiliki satu baterai lainnya.Yakni baterai timbal-asam 12-volt yang normal. Baterai 12-volt menyediakan daya untuk aksesoris - hal-hal lain seperti lampu, radio, kipas angin, komputer, kantong udara, wiper, power window dan instrumen lain dalam mobil. Karena semua perangkat sudah tersedia dan standar di 12 volt, maka masuk akal bila di lihat dari sudut pandang ekonomi  untuk menggunakannya pada mobil listrik.

   
        Oleh karena itu, sebuah mobil listrik memiliki baterai timbal-asam 12-volt yang normal untuk catu daya semua aksesoris. Untuk menjaga baterai tetap terisi, mobil listrik membutuhkan konverter DC-to-DC. Konverter ini mengambil daya DC dari array baterai utama ( misalnya, 300 volt DC) dan mengkonversi ke 12 volt untuk mengisi ulang baterai aksesori. Ketika mobil menyala, aksesoris mendapatkan catu daya mereka dari konverter DC-to-DC. Saat mobil dimatikan, mereka mendapatkan daya mereka dari baterai 12-volt seperti di kendaraan bertenagabensin.

Manfaat MASS RAPID TRANSIT (MRT)

            Mass Rapid Transit atau biasa disingkat dengan MRT merupakan suatu proyek seperti bus way, yang dimana ini adalah salah satu cara untuk mengurangi kemacetan yang ada di Jakarta dengan mengandalkan kereta api sebagai moda transportasi. Pembangunan lintasan/ jalur kereta api yang akan dilakukan terdiri atas bawah tanah (sub way), permukaan (survace), dan layang (elevated). Pembangunan jenis jalur tersebut disesuaikan dengan kondisi areal yang akan dilewati. Keberadaan MRT diharapkan dapat membuat masyarakat semakin banyak menggunakan transportasi masal ini daripada menggunakan kendaraan pribadi. Karena kita melihat begitu banyak masyarakat yang lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi mereka sehingga hal ini lah yang membuat keberadaan kendaraan pribadi sangat melonjak dijalanan ibukota.
            Pembangunan proyek MRT (Mass Rapid Transit) rencananya akan dilaksanakan pada 2013 ini dengan total biaya senilai Rp 15,7 triliun. Dimana pembagian persentase pembiayaan sebesar 49 persen ditanggung oleh Pemerintah Pusat dan 51 persen berasal dari pembiayaan pinjaman Pemerintah DKI Jakarta. Jadi, skema beban biaya pinjaman dari Japan International Cooperation Agency (JICA) terbaru akan menetapkan 49 persen hibah kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan 51 persen dialokasikan sebagai penerusan pinjaman. Beban pengembalian pinjaman kepada JICA tersebut, berpengaruh pada besaran subsidi yang akan diberikan Pemprov DKI pada harga tiket MRT.
            Pembangunan proyek MRT tersebut terdiri atas 3 tahap, yaitu: Tahap I –(Lebakbulus-Dukuhatas), Tahap II – (Dukuhatas-Kota), dan Tahap III (Balaraja–Cikarang). Saat ini, proyek pembangunan yang berjalan adalah Tahap I dengan rute Lebakbulus-Dukuhatas yang diperkirakan akan selesai pada tahun 2016. Semoga saja apa yang telah direncanakan oleh Pemprov DKI bisa berjalan sesuai dengan harapan sehingga dapat menjadi dampak yang positif untuk masyarakat yang tinggal di daerah penuh kemacetan. Dan berkurangnya kendaraan pribadi dan merekapun dapat menggunakan transportasi umum yang telah disediakan oleh pemerintah.